“Pembaca dihasilkan oleh pembaca pula”, demikian menurut Nuttal. Yang dimaksud dengan pernyataan tersebut adalah seseorang gemar membaca karena dihasilkan oleh orang lain yang gemar membaca pula. Dapat pula dinyatakan bahwa seseorang menjadi orang yang gemar membaca karena lingkungannya. Siapa yang dimaksud pembaca oleh Nuttal? Bisa siapa saja. Jika “pembaca” yang pertama dan “pembaca” yang kedua adalah murid atau mahasiswa, artinya seorang murid yang gemar membaca dapat mempengaruhi temannya untuk gemar membaca pula. Jika yang dimaksud “pembaca” yang pertama adalah guru/dosen dan “pembaca” yang kedua adalah murid/mahasiswa, artinya guru/dosen memberi teladan kepada murid/mahasiswanya. Bagaimana jika murid/mahasiswa gemar membaca, apakah guru/dosennya akan gemar membaca pula?

Guru/dosen sering menasihati atau menuntut murid-muridnya untuk banyak membaca atau gemar membaca. Apakah nasihat guru ini dijalankan oleh murid-muridnya? Yang terjadi, guru/dosen sering kecewa karena murid-muridnya tidak menjalankan nasihatnya. Hal ini tidak mengherankan karena seperti kata Nuttal di atas “seorang pembaca dihasilkan oleh pembaca pula”. Bagaimana mungkin seorang murid gemar membaca jika guru lebih suka ngobrol daripada membaca. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa banyak membaca jika dosennya hanya membaca satu buku sebagai bahan perkuliahannya?

Tampaknya ungkapan “Pembaca dihasilkan oleh pembaca” juga berlaku pada tulis menulis. Jika seorang murid atau mahasiswa tidak menulis bisa jadi karena guru atau dosennya pun tidak menulis: “Penulis dihasilkan oleh penulis”. Poin utamanya adalah pendidikan yang efektif adalah memberi contoh atau teladan. (AN).