Cinta Mati dalam Secangkir Kopi

Secangkir kopi yang kau hidangkan itu
terlalu manis
tapi
dari buihnya kutemukan cinta
dari asapnya kulihat cinta
dari aromanya kucium cinta
maka
yang kuminum itu bukan segelas kopi
tapi segenap cinta
maka
kunikmati kopi itu
bersama dedaknya karena di sana
masih mengendap cinta

 

Sajak pada Hari Guru

Kami hanya membaca seadanya
Kami hanya menulis sekenanya
Kami hanya mengajar semaunya
Tapi
Tolong...
Tolong...
Kami minta dihormati sebesar-besarnya
Kami minta gaji setinggi-tingginya 

 

Buat Alia dan Ibunya

Kudengar suaramu dari balik bukit
Betapa merdu bagai nyanyian burung di pagi hari
Kutanam dalam-dalam di setiap pori-pori kulitku mendengung dalam gendang telingaku
Betapa riang hatiku seperti anak kecil yang mendapat mainan baru
Aku ingin cepat bertemu denganmu esok pagi agar dapat kudengar lagi nyanyianmu